Kalau ingin gampang ya tinggal cari pekerjaan saja alias bekerja kepada orang lain. Tapi apa hanya sebatas itu yang bisa saya lakukan? Apalagi saya akan lulus dari perguruan tinggi yang “katanya” terbaik se-Indonesia. Kalau saya memilih untuk bekerja saja artinya saya menambah dosa saya sekali lagi dengan menghalangi kesempatan orang lain untuk bekerja di tempat kerja saya nanti. Dosa pertama tentunya menghalangi kesempatan orang lain untuk menikmati pendidikan di perguruan tinggi tempat saya “menyedot” ilmu sekarang.

Tampaknya, pilihan kuat saya sekarang adalah menciptakan kerja a.k.a. mendirikan perusahaan. Belakangan saya banyak bertemu dengan orang-orang yang sangat memotivasi saya untuk melakukan hal ini. Ya, pada saat ini saya sangat termotivasi untuk mendirikan perusahaan khususnya yang bergerak di bidang electronics, bidang yang sangat saya minati. Entahlah, kata orang “sangat bahagia orang yang bisa bekerja sesuai dengan minat atau hobinya”. Ya sudah saya ikuti saja.

Dari hasil diskusi dengan orang-orang yang sangat memotivasi ini (beberapa adalah dosen saya), ternyata mendirikan perusahaan tidak gampang. Apalagi perusahaan yang membutuhkan modal yang besar seperti perusahaan yang saya impikan :p. Selain saya sangat paham dengan benda yang akan saya buat, saya juga harus mengerti benar business plan-nya. (jenis makanan apa lagi ini?!)

Menurut hemat saya, business plan adalah serangkaian penjelasan tentang komponen-komponen dasar yang dibutuhkan untuk mendirikan sebuah perusahaan. Penjelasan ini nantinya akan diajukan ke investor untuk dipertimbangkan pemberian dananya. Jadi, secanggih apapun atau semenarik apapun produk yang saya tawarkan nantinya gak bakal diterima kalo saya tidak menguasai ilmu yang satu ini. Inilah yang akan saya kerjakan hari ini. Menulis business plan untuk perusahaan impian saya nanti :) . Meskipun saya sering berkecimpung di dunia engineering tapi apa salahnya menguasai ilmu di bidang lain.

Akan tetapi, perjalanan menuju itu sepertinya masih panjang. Wong, saya sendiri belum punya pengalaman untuk mengendalikan perusahaan. Jadi, bekerja kepada orang lain sepertinya masih menjadi pilihan yang lebih mendominasi untuk saat ini. Mengenai dosanya, saya bayar belakangan deh :D .

Casiopea & Jazz Fusion

April 30, 2008

Di kalangan penggemar musik Jazz nama grup musik “Casiopea” mungkin sudah sering didengar. Yup, inilah grup musik asal Jepang yang sudah berhasil merilis 40 album bernuansa Jazz Fusion sejak tahun 1979. Album pertama mereka berjudul sama dengan nama band mereka sendiri dan album terakhir berjudul Signal yang dirilis tahun 2005. Namun sayang, aktivitas band ini sementara dibekukan oleh Leader mereka Issei Noro pada tahun 2006.

Jazz Fusion merupakan salah satu dari belasan aliran Jazz yang ada. Aliran Jazz ini menggabungkan musik Jazz dengan jenis musik lain seperti funk, rock, classical, pop, electronic, sampai hip hop. Casiopea sendiri berhasil menggabungkan musik Jazz dengan rock dan menghasilkan lagu-lagu yang fantastis

Lagu-lagu Casiopea mampu membuat saya in trance sewaktu mendengarkannya. Beberapa lagu mereka memiliki beat yang cepat sehingga mudah diikuti alur lagunya dan memberi ciri khas tersendiri pada masing-masing lagu.

Meskipun kebanyakan lagu-lagu mereka tidak memiliki vokal, namun arrangement instrumen musiknya mampu menghasilkan tema lagu yang unik dan terkadang sejalan dengan judul lagunya.

Konser live Casiopea juga banyak ditunggu oleh pecinta musik Jazz tanah air seperti diungkapkan di beberapa forum. Kira-kira kapan ya?!